RSS

Cara Bikin Ketupat

30 Sep

Gimana caranya buat ketupat ya?

Saat ini memang banyak tempat yang telah menyediakan ketupat jadi, dan beberapa orang memilih membeli jadi dengan alasan praktis. Namun apa salahnya kalau kita membuat sendiri. Selain bisa menghemat, kebersihan terjamin, cita rasa dapat disesuaikan dengan selera.

Bahan untuk merangkai:
1. Janur yang telah dibersihkan dan pilih yang berwarna kuning cerah.
2. Alat pemotong untuk memisahkan batang daun janur.

Cara merangkai Janur :
Nah, buat yang merasa mengalami masalah dalam merangkai janur menjadi ketupat, mungkin akan membantu kalau teman-teman mencoba belajar dari foto-foto (hasil googling) yang ada.

Cara membuat ketupat :
1. Pilih beras yang bermutu baik, kemudian cuci hingga benar-benar bersih. Rendam beras selama 3 jam dengan air bersih. Angkat, tiriskan, campur sedikit dengan kapur sirih. Jika beras yang dicuci kurang bersih, ketupat akan mudah berbau dan tidak tahan lama.
2. Pilih pembungkus ketupat yang anyamannya teratur dan rapat agar isi ketupat padat dan tampak putih bersih.
3. Isi kulit ketupat dengan beras sampai 3/4 penuh.
4. Sewaktu direbus ketupat harus terendam dalam air mendidih. Jika air akan habis, segera tambah dengan air mendidih. Lama memasak ketupat sekitar 4 jam.
5. Setelah matang, angkat. Simpan ketupat sambil diangin-anginkan dengan cara digantungkan

Ketupat selalu identik dengan yang namanya Lebaran. Tetapi sebenarnya apa sih yang membuat Ketupat menjadi tradisi yang selalu ada waktu Lebaran? Nah, di bawah ini ada beberapa hal menarik yang kebetulan saya dapat dari beberapa blog.

Filosofi Ketupat
Pertanyaan yang ada sekarang, kenapa menggunakan
Ketupat? Bagi masyarakat Jawa, Ketupat memiliki arti tersendiri, selain dari nama dan bentuk, proses pembuatan Ketupat sendiri memiliki makna dan arti dalam kehidupan masyarakat Jawa.

Kita mulai dari nama yuk…
Ketupat dalam bahasa jawa biasa disebut kupat, dalam salah satu website, disebutkan bahwa adanya tradisi makan Ketupat di luar (setelah) hari Lebaran, yang biasanya dinamakan dengan hari Raya Ketupat, disebut sebagai tradisi Kupat Luar. Kupat ini berasal dari kata Pat atau Lepat (kesalahan) dan “Luar” yang berarti di luar, atau terbebas atau terlepas, dengan harapan bahwa orang yang memakan Ketupat akan kembali diingatkan bahwa mereka sudah terlepas dan terbebas dari kesalahan, sehingga masyarakat diharapkan akan saling memaafkan dan saling melebur dosa dengan simbolisasi tradisi kupat luar.

Di salah satu sumber lain, Ketupat berasal dari kerotoboso (atau bahasa singkatan) dari kata Ngaku Lepat yang berarti mengakui kesalahan. Tradisi Ketupat diharapkan akan membuat kita mau mengakui kesalahan kita sehingga membantu kita untuk memaafkan kesalahan orang lain juga. Sehingga, dosa yang ada akan saling terlebur.

Kita ngomongin bentuknya yuk…
Pada umumnya, dikenal dua bentuk
Ketupat, dan bentuk yang paling sering dikenal adalah bentuk Ketupat yang seperti pelajaran di SD dulu yaitu belah ketupat! Bentuk persegi seperti ini dapat diartikan di masyarakat Jawa sebagai perwujudan darikiblat papat lima pancer, dengan berbagi penjelasan dan berbagai cara memandang. Ada yang memaknai kiblat papat lima pancer ini sebagai keseimbangan alam: 4 arah mata angin utama, yaitu timur, selatan, barat, dan utara. Akan tetapi semua arah ini bertumpu pada satu pusat. Bila salah satunya hilang, keseimbangan alam akan hilang. Begitu pula hendaknya manusia, dalam kehidupannya, ke arah manapun dia pergi, hendaknya jangan pernah melupakan pancer: Tuhan yang Maha Esa.

Kiblat papat lima pancer ini dapat juga diartikan sebagai 4 macam nafsu manusia dalam tradisi jawa: amarah, aluamah, supiah, danmutmainah. Amarah adalah nafsu emosional, aluamah adalah nafsu untuk memuaskan rasa lapar, supiah adalah nafsu untuk memiliki sesuatu yang indah atau bagus, dan mutmainah adalah nafsu untuk memaksa diri. Keempat nafsu ini adalah empat hal yang kita taklukkan selama berpuasa, jadi dengan memakanKetupat, disimbolkan bahwa kita sudah mampu melawan dan menaklukkan hal ini.

Kita bicarakan bahan pembuatnya yuk…
Ketupat merupakan makanan dengan isi beras, berselongsong janur atau daun kelapa yang berwarna agak kekuningan. Salah satu cara mematangkan Ketupat adalah dengan merebusnya dalam santan, atau, jika Ketupat direbus dalam air biasa, akan dihidangkan bersama makanan bersantan
1. Janur kuning.
Janur kuning ini adalah lambang penolakan bala. Di Kraton Surakarta, ada salah satu aksesoris wajib yang harus dikenakan, dan berbentuk kain panjang berwarna kuning. Kain ini disebut samir. Samir ini merupakan penolak bala, nah, Janur kuning adalah simbol dari samir tersebut.
2. Beras.
Sebagai simbol kemakmuran, beras dianggap sebagai doa agar kita semua diberi kelimpahan kemakmuran setelah hari raya.
3. Santan.
Santan, atau dalam bahasa jawa
santen, berima dengan katangapunten yang berarti memohon maaf. Salah satu pantun yang terkenal yang menyebut keberadaan Ketupat dan santan adalah:
Mangan kupat nganggo santen.
Menawi lepat, nyuwun pangapunten.
(Makan
Ketupat pakai santan.
Bila ada kesalahan mohon dimaafkan.)

Kita bicarakan tradisi pembuatannya yuk…
Ketupat dimulai dengan pembuatan selongsongnya. Selongsong ini dibuat biasanya mendekati lebaran, dan dibuat beramai-ramai, biasanya oleh para wanita dengan jari-jari yang terampil dan cekatan. Pembuatan yang beramai-ramai ini memeriahkan datangnya lebaran, dan menunjukkan keakraban di antara penduduk pada saat itu. Hal inilah yang membuat keberadaanKetupat, selain sebagai makanan khas, juga sebagai pengikat antar penduduk karena adanya interaksi sosial antar penduduk yang ada.

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 30 September 2008 in Ada-ada Aja

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: